Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2023

31/07/2023 kendari

Kepada waktu yang berlalu,  aku sudah melekatkan setiap kenangan ke dalam kepalaku. Kepada setiap tanah yang kupijak, aku sudah menandai jejak-jejaknya. Kepada ingatan yang pernah tumbuh, aku akan memberikan senyum sebisaku. Barangkali nanti pahit yang kuingat,  aku tidak akan lupa. Barangkali puing-puing itu akan pudar, aku tidak akan lupa. Barangkali nanti hilang,  aku akan ingat kamu pernah ada

Gala. N

Aku bertanya-tanya pada langit  Seindah apakah nantinya Aku melihat senja Melalui pantulan dari kedua matamu? Aku bertanya-tanya pada lautan  Setenang apakah nantinya Aku memeluk kedamaian  Melalui seluk tubuhmu? Aku bertanya-tanya pada dedaunan  Selembut apakah nantinya  Aku mencium aroma hujan  melalui ranum bibirmu?                                             

mereka yang ingin mati

“Bukankah itu aneh? mereka selalu meminta mati hanya karena rasa capeknya” “hanya?” “ya, semua orang merasakan cape, tidak hanya mereka, tapi mengapa mereka seolah-olah paling menderita dan meminta untuk mati” “tidak semua orang punya tempat untuk bercerita, tidak semua orang mempunyai rumah untuk luka, tidak semua orang mempunyai cara untuk menenangkan hati dan pikirannya, dan tidak semua orang punya masalah yang sama” “tapi..” “Manusia yang banyak tempat sepertimu tidak layak menghakimi mereka yang berjuang mati-matian bertahan hidup dari trauma dan rasa sakitnya, lagipula mereka bukan ingin mati, mereka hanya ingin tenang dan hidup dalam dunianya, tapi mereka tahu itu ketidakmungkinan dan mereka akhirnya memilih untuk mengatakan ‘mati’ “

31/07/2023 kendari

​Banyak yang ingin kusampaikan. Banyak yang ingin kuperlihatkan. Dariku, untuk dunia luar. Namun, mengapa aku tak kunjung diberi kesempatan? Aku. Bukan tak punya tujuan. Bukan tak punya kemampuan. Tetapi, aku tak punya kesempatan. Bahkan ketika aku berontak untuk sebuah kemauan Aku tetap tak punya kesempatan. Orang-orang bilang itu mudah saja. Namun, untukku? Mereka tak melihat apa yang kulihat. Tak mengerti apa yang aku jelaskan. Langkahku dipersulit. Tak ada yang mendorongku maju yang ada hanyalah mendorongku mundur. Berhenti seperti tak layak.

kesayangan buceq🫀🖕🏼

Gambar
​Kami hanya remaja yang baru beranjak dewasa, yang disiksa dan diuji oleh keadaan. Tahap pendewasaan yang kami alami memang berbeda tapi rasa sakit yang kami rasakan “sama”. Merasa begitu bersyukur karna saling memiliki satu sama lain. Meskipun keadaan dan sakit yang kami rasakan sama, tapi kami akan senantiasa saling menguatkan, sampai tiba saatnya kami bertemu dan berkumpul bersama seperti yang terjadi pada “masa kami”, Kami akan bertemu dan saling bercerita tentang betapa kerasnya kehidupan dan isinya. Hahahaha ONE DAY IT WILL HAPPEN!
​Aku sudah tidak mau menyesali semua hal yang terjadi kemarin ku anggap sudah selesai dengan segala rasa ikhlas hingga benciku, aku tidak mau ada kalimat “andai saja, kalau saja, coba saja” menghantui perasaanku sendiri, aku ingin hidup dengan tenang tanpa menyalahkan siapapun termasuk diriku sendiri. Aku harap di hari mendatang aku bisa lebih bijak menentukan pilihan, bisa berdamai dengan semua hal sebelumnya dan bisa menerima kenyataan bahwa beginilah caranya tetap bertahan.

Haeril S. Paduppai

​Di kepalaku Diam-diam kekalutan tumbuh sangat tinggi, membiarkan kesedihan rangkaki tubuhnya, melengangkan sunyi, telusuri yang diinginkan batinnya. Dikepalaku Mega-mega tak sekedar menghitam, ia membaur, merubah langit-langit menjadi gelap, berbeleng-beleng mencari cerahnya pancaran kesenangan tuk direnggut senyumnya. Dikepalaku. Seorang anak muda mati terbunuh realita. Tikaman demi tikaman menghujam ke jantung hatinya. Dia mati meninggalkan hujatan manusia menuju pemakamannya.

kendari 04/07/2023

Gambar
​ Kamu abadi dalam ribuan kata yang kutulis. Kamu abadi dalam paragraf itu.  Kamu abadi dalam tulisanku. Kamu punya ruang tersendiri untuk menjadi abadi meski telah ada orang baru yang menggantikan peran kamu dalam ceritaku nanti. Kamu abadi di kisah yang aku tulis dengan satu persatu huruf membentuk kata, kalimat, hingga paragraf yang ku susun rapi untukmu.                                             Amanda Milansari.

kendari 02/07/2023

​Waktu seolah berlari-lari dengan melemparkan kata ejekan, dan melupakanmu adalah hal yang sulit aku lakukan.  Semua hal yang mungkin hanya aku yang menjadikan itu indah dan abadi. Meskipun mungkin kamu melewatkannya seperti tidak ada yang berarti. Aku masih mempunyai banyak rencana untuk diwujudkan bersamamu.  Bagaimana bisa aku menghapus segalanya, jika dirimu masih menjadi pemenang tanpa adanya saingan. Dengan penuh keikhlasan, sekalipun aku melenggang jauh, perasaanku tak mampu untuk runtuh. Dengan penuh ketulusan, sekalipun ada seseorang yang kau bahagiakan, perasaanku tak mampu untuk dilenyapkan. Aku tahu bahwa ada hal yang tidak selalu mampu untuk dimiliki, namun akan tetap abadi dihati. Aku tahu ada seseorang yang kita sayangi namun tak mampu untuk terus dimiliki                                              Amanda Milansari

kendari 29/05/2023

​Hujan seolah mengisyaratkan luka dalam degup dan dentum. Aku dengan keegoisanku terpuruk dalam diam. Aku dengan kecemasanku terhanyut dalam kelam Aku menyalahkan hati Aku menangisi diri Lalu kata ‘andai saja’ seolah menjadi pembenaran yang tak berarti Aku tak tahu atau mungkin tak mau tahu Semua terasa seperti tanda tanya dan seru yang menderu. ah andai hati seperti logika Tak akan susah untukku menyuruhnya ini itu.

kendari 16/05/2023

​Terlelap, memejamkan mata tanpa memikirkan penyebab kegelisahan. Melewati dentingan waktu seiring detak jantung, mulai terbuai malam yang terasa panjang tanpa tahu begitu gelap dingin dan sunyi diluar sana, telah merasuk dalam pikiran tanpa permisi, terbesit yang belum lama telah meninggalkan bagian dari angan.  Terbangun dengan sesak tanpa sebersit senyuman hilang ditelan waktu. Sampaikan itu di lautan lepas, karna hanya laut yang akan menerimanya. Ketika sebuah rindu yang mulai membuncah dalam rongga dada kedua manusia. Tak peduli apa itu etika. Ketika jari jemari saling bertautan takkan bisa terlepas tanpa keputusan kedua belah pihak. Ketika dawai kalimat sudah tak berlaku, sentuhan yang memberitahu arti dari isyarat. Jangan pernah membicarakan ujung jika belum memulai langkah. Langkah yang berusaha menoreh jejak. Biarkan membekas, suatu saat akan menoleh kebawah untuk menceritakan kisah. Tiada yang perlu disalahkan. ini soal hati, hati yang memilih, hati yang memberi kisah, da...

Gala. N

​Lenggang malam menuju sabtu  B erkalut dalam kusut sebuah tanya Suara malam yang semakin merintih ingin  mestinya cahaya sukar bersamaku Hingga perlahan, entah suara motornya yang membisu, atau aku yang meniadakanmu. Tiba-tiba saja kau datang berpangku lugu. Menghisap penuh tembakaumu. Hingga saat mentari mulai mendekat tanganku kembali melepasmu pergi. Tanpa satu katapun bertautan. Antara kamu dan aku  Perihal seluruh puisi berjudul engkau imajiku merintih pelan.

Eurika Rembulan

​“Jangan bohong. Jangan berakting lagi. Kamu pintar, aku lebih pintar. Aku jenius dan kamu tidak. Aku terombang-ambing seperti kapal karam. Kamu tahu susahnya menjadi tidak cinta?. Kamu semakin dekat, aku semakin gila. Kamu semakin nyata, kamu terlihat sangat nyata. Kamu adalah depresi termanis yang sepatutnya ada dalam otakku. Kamu adalah alasan mengapa sebutir obat ini terasa begitu nikmat untuk ku teguk”. Menikmati kamu dalam kehadiran imaji. Kamu tetaplah hati yang digilai ruang hampaku. Padahal kamu bukan milikku. Lantas, begitu gilakah sang ruang sampai kamupun didamba?

Eurika Rembulan

​Katamu, aku berhak memiliki dunia yang bebas dikelola oleh kepala. Aku punya perasaan yang dibebaskan untuk jatuh. Tapi, jatuhnya sangat sempurna untukmu. Terlepas siapakah kita dalam paradoks dunia, kamu tetap khayalan yang patut di nyatakan. Sudah kuduga, mengenai perasaan yang tak ada habisnya.  Tentang kita yang terkurung imaji, tapi aku menikmatinya. Aku menikmati mengendalikan bahagia, padahal aku tertawa sendirian. Aku menikmati di hantam kehilangan, padahal sedari awal aku memang tak punya siapa-siapa.

Jeneponto 10/03/2023

​Dan lihat, bahkan di dunia yang aku buat saja, tak mampu ku sebut kau dan aku, kita. Bagaikan hujan yang perlahan membawamu pergi, aku menyerah akan berakhir cerita kita. Terima kasih telah hadir tanpa ku pinta.

Rain 27/01/2023

​Aku sering berpikir, bagaimana jika menyerah dan memilih untuk melarikan diri? Bagaimana jika kamu bertemu dengan orang lain, seseorang yang lebih mudah untuk kamu perjuangkan? Bagaimana jika aku bosan menunggu dan bergegas pergi karena mengira bahwa kamu tak datang? Bagaimana jika aku tak pernah membuatmu jatuh hati? atau kamu yang tak pernah membuatku jatuh hati?  Apakah aku akan tetap menginginkan seseorang seperti bagaimana aku menginginkanmu?