Eurika Rembulan

​Katamu, aku berhak memiliki dunia yang bebas dikelola oleh kepala. Aku punya perasaan yang dibebaskan untuk jatuh. Tapi, jatuhnya sangat sempurna untukmu.

Terlepas siapakah kita dalam paradoks dunia, kamu tetap khayalan yang patut di nyatakan. Sudah kuduga, mengenai perasaan yang tak ada habisnya. Tentang kita yang terkurung imaji, tapi aku menikmatinya.

Aku menikmati mengendalikan bahagia, padahal aku tertawa sendirian.

Aku menikmati di hantam kehilangan, padahal sedari awal aku memang tak punya siapa-siapa.

Postingan Populer